"WE HATE MALAYSIA"

"SERUAN NAJIB TUN RAZAK"

SELAMAT DATANG DI BLOG MALAYCELAKA, CELAKALAH ORANG - ORANG MALAYSIA YANG TELAH MENYIKSA TKI INDONESIA, DAN SEGALA AKSI TINDAKAN BODOH NYA TERHADAP BANGSA INDONESIA.PENULIS TIDAK SEDANG BERPERANG, TAPI PENULIS SEDANG MENYENTIL LEWAT TULISAN.

SERUAN NAJIB TUN RAZAK

Wahai rakyatku semua, hentikan sikap bodoh kita terhadap INDONESIA. Karena INDONESIA adalah Negara yang baik dan banyak membantu kita. malaysia maju karena INDONESIA, malaysia berkembang karena INDONESIA. rakyatku, lindungilah TKI INDONESIA yg telah banyak menyumbang kemajuan negara kita malaysia. hentikan pencurian terhadap budaya INDONESIA,hentikan aksi pembajakan terhadap INDONESIA. sebagai bangsa yang besar kita harus malu, kita harus mandiri, kita harus sadar dan mengakui bahwa bangsa INDONESIA adalah negara yang besar dan kita harus mencontoh bagaimana INDONESIA berdemokrasi. sebagai Perdana Menteri Malaysia, saya sangat malu karena nama malaysia sudah tercoreng dimata dunia. untuk itu hentikan sikap bodoh kita, hentikan aksi pembajakan terhadap produk INDONESIA, hentikan penyiksaan terhadap TKI INDONESIA, Hentikan pengiriman barang HARAM dan ILEGAL ke INDONESIA. majulah malaysia, tanpa INDONESIA kita tidak akan berarti apa - apa. ttd : Datuk Seri Mohd Najib bin Tun Abdul Razak

Selasa, 19 Januari 2010

"SEGALA KEBURUKAN MALAYSIA"

Fakta TTG KEBURUKAN MALAYSIA!
1.MALAYSIA NEGARA YG MANJA HANYA BERGANTUNG PADA INGGRIS
2.MALAYSIA MERUPAKAN NEGARA BANCI HANYA BERANI NYIKSA PEMBANTU
3.MALAYSIA,NEGARA YG TAK PUNYA KEPRIBADIAN,
4.MALAYSIA NEGARA YG TAK PUNYA BUDAYA.
5.MALAYSIA ADALAH NEGARA MALING(PENCURI) BUDAYA ORANG.
6.MALAYSIA NEGARA YG BELUM MERDEKA,,DARI JAJAHAN INGGRIS.
'DASAR MALAYSIA NEGARA TAK TAU DIRI'

0 komentar:

Poskan Komentar

"MENARA KEMBAR BAKAL HANCUR "

"MENARA KEMBAR BAKAL HANCUR "
MALAYSIA di tahun 2011

"MINTA MAAF"

"MINTA MAAF"

"KAMI TAK TAKUT"

"KAMI TAK TAKUT"

Kata "Allah" Masih Diperdebatkan di Malaysia




KUALA LUMPUR, KOMPAS.com — Sejumlah kelompok Muslim di Malaysia masih menyuarakan keberatan atas putusan pengadilan yang mengizinkan koran Katolik memakai kata "Allah". Berkait dengan itu, pada hari Sabtu (2/1/2010) ini mereka menyatakan akan mengadakan demonstrasi.

Pengadilan tinggi Malaysia, Kamis (31/12/2009) lalu, memutuskan bahwa koran mingguan The Herald berhak memakai kata "Allah" setelah perdebatan panjang antara pihak koran tersebut dan pemerintah negara mayoritas Muslim ini.

The Herald telah memakai "Allah" sebagai terjemahan "God" pada bagian bahasa Melayunya. Namun, pemerintah berargumen bahwa "Allah" harusnya hanya digunakan untuk kaum Muslim.

Pengadilan memutuskan bahwa koran Katolik itu memiliki hak konstitusional untuk memakai kata "Allah", dan menyatakan tak berlaku terhadap putusan pemerintah yang terdahulu melarang penerjemahan tersebut sebagai "ilegal". "Tim pengacara pihak pemerintah belum memutuskan untuk naik banding. Tapi sejumlah kelompok Muslim telah menolak putusan itu.

"Putusan pengadilan itu tak benar, dan kami berencana mengadakan demonstrasi besar-besaran untuk memprotes," kata Syed Hassan Syed Ali, Sekjen Pribumi Perkasa Malaysia. Ia dan 50 aktivis Malaysia lainnya telah mengadakan protes kecil atas putusan itu di luar suatu masjid, Jumat (1/1/2010).

"Kami prihatin bahwa kemenangan di pengadilan tersebut akan memberi alasan bagi misionaris nasrani untuk menggunakan kata itu sehingga membuat rancu (identitas) Muslim dan mengganggu keharmonisan antaragama," tuturnya.

Penasihat Federasi Asosiasi Pelajar Malaysia, Reezal Merican, mengatakan, walaupun putusan pengadilan itu harus dihormati, pemerintah harus banding.

"Kami ingin hidup damai dengan semua agama di sini, tapi kata 'Allah' secara tradisional di Malaysia telah digunakan untuk merepresentasikan Tuhan-nya umat Muslim, yang berbeda dari Tuhan dalam kekristenan, dan ini harus diperjelas," ungkapnya.

Mufti Negara Bagian Perak Utara juga mengkritik putusan itu dan menyebutnya sebagai "penghinaan bagi umat Muslim di negara ini," seperti dikutip Utusan Malaysia yang berbahasa Melayu.

The Herald dicetak dalam empat bahasa, dengan sirkulasi 14.000 eksemplar per minggu di negara yang berpopulasi Katolik 850.000 orang itu.

Kasus pengadilan ini sebenarnya hanya merupakan satu dari serangkaian perdebatan agamawi yang telah berlangsung selama beberapa tahun yang menimbulkan ketegangan hubungan Muslim Malaysia dengan kaum minoritas seperti warga China dan India yang khawatir bahwa negara itu ter-Islamisasi.

sumber : kompas.com
catatan : sedih melihat perdebatan masalah agama dimalaysia, hari gini masih ribut - ribut soal penyebutan kata Allah, seharusnya malaysia bisa berpikir luas dan bisa belajar dari negara2 yang sudah berkembang. dimana setiap masing2 agama bebas menjalankan ibadah sesuai dengan keyakinan masing - masing.

Contoh yang paling dekat adalah Indonesia, diIndonesia orang berhak menjalankan ibadahnya tanpa harus mendapat tekanan dan gangguan dari agama lain, karena diIndonesia ada undang2 yang mengatur tentang beragama tidak peduli agama Islam, Kristen (Protestan) dan Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu semua bebas menjalankan ibadahnya tidak saling menggangu dan tidak perlu menggangu.

Sebenarnya Umat Kristen lebih menyukai kata Tuhan dibanding kata Allah. Akan tetapi, terjemahan Bible dalam bahasa Indonesia yang dinamakan sendiri oleh para penterjemahnya sebagai "Al-Kitab", menggunakan kata "Allah" untuk "Tuhan Bapa". Jadi, Allah dalam Kekristenan sedikit berbeda dengan Allah dalam pengertian ajaran Islam. Secara pengucapan juga ada perbedaan dengan Allah dalam tradisi Islam. Allah dalam agama Kristen diucapkan dengan 'alah', bukan 'awlloh' seperti umat Islam ucapkan, Allah dalam tradisi Islam diucapkan dengan logat bahasa Arab.

Singkat kata apapun agama anda seharusnya tidak saling mengganggu dan tidak perlu didebatkan toh masing2 agama punya cara tersendiri dalam menyampaikan ibadah terhadap tuhanya masing2. masalah penyebutan juga tidak perlu rancu kecuali memang di-Malaysia yang masih mundur dalam segala hal, picik, norak dan congkak.

"AUSTRALIA KAGUMI SISTEM PERTAHANAN INDONESIA"

Australia Kagumi Sistem Pertahanan Teritorial RI


Batalyon Raider TNI AD (Foto : Blacksky@kaskus.us)

MAKASSAR - Sistem pertahanan RI dengan menggunakan konsep sistem teritorial menarik bagi Australia. Yakni sistem yang membagi habis wilayah pengamanan melalui pembentukan sejumlah Komando Daerah Militer (Kodam), Komando Resor Militer (Korem), Komando Rayon Militer (Koramil) hingga Badan Pembinaan Desa (Babinsa) untuk tingkat wilayah terkecil. Yang muaranya adalah pelibatan seluruh rakyat sehingga disebut juga sistem pertahanan semesta.

"Sistem pertahanan dengan sistem teritorial yang juga secara umum melibatkan seluruh lapisan masyarakat itu sangat menarik. Tidak ada konsep seperti kecuali di Indonesia," kata Atase Angkatan Darat (AD) Kedutaan Besar Australia untuk RI, Kolonel Fred Alexander Cary Danger dalam pertemuannya dengan jajaran petinggi Kodam VII Wirabuana diwakili Kepala Staf Kodam (Kasdam) VII Wirabuana Brigjen TNI Wibowo, di Makassar, Selasa (4/8) kemarin,

Sebelumnya, dalam pertemuannya dengan jajaran petinggi Kodam VII Wirabuana kurang lebih dua jam ini, Kasdam VII Wirabuana, Brigjen TNI Wibowo menjelaskan panjang lebar tentang sistem pertahanan nasional Indonesia.

Dari penjelasan Kasdam VII Wirabuana ini juga, Kolonel Fred Alexander Cary Danger menilai secara umum Indonesia dan khususnya Sulawesi aman dan kondusif melalui penerapan sistem pertahanan yang melibatkan masyarakat. Selain itu, Atase AD Kedubes Australia untuk RI ini juga mengagumi fungsi nonperang TNI yang salah satunya adalah ikutnya TNI berperan dalam ketahanan pangan nasional dan kegiatan sosial lainnya. Seperti yang ditunjukkan Pangdam VII Wirabuana dalam fotonya saat bersama-sama petani menanam padi.

"Peran TNI di sini khususnya di Sulawesi dalam fungsi nonperangnya sangat menarik. TNI ikut membantu masyarakat dengan kegiatan-kegiatan sosialnya. Di Asutralia juga tentara ikut terlibat membantu dalam kegiatan sosial tapi hanya untuk penanganan bencana," tutur Kolonel Fred Alexander Cary Danger dengan Bahasa Indonesianya yang cukup fasih.

Dalam kesempatan pertemuan ini juga, Kolonel Fred menjelaskan, kedatangannya ke Makassar untuk mendiskusikan kerja sama TNI AD dan AD Australia namun secara konkret tidak mengungkap jenis kerja sama yang dimaksud. Meski demikian, diakui pemerintah Australia sangat menghargai dan mendukung Indonesia untuk bekerja sama mengatasi ancaman terorisme.

"Peretas Serang Situs Malaysia"


Liputan6.com, Jakarta: Jejaring milik Negeri Jiran Malaysia yang berisi berisi mengenai informasi wisata, haji, dan umrah, dibajak oleh sejumlah peretas yang diduga berasal dari Indonesia, Jakarta, Rabu (30/12). Halam utama situs internet yang dapat diakses melalui www.tajau.com/tajaubakti ini menggambarkan kekesalan hacker Indonesia dengan menaruh gambar tengkorak dan dua pedang.

Selain itu, peretas juga menuliskan sebuah pesan yang lagi-lagi meluapkan kekesalan mereka yang bertuliskan: "Jangan kau coba-coba hack situs Indonesia, karena kami akan membalas lebih kejam lagi. Satu situs kau hack, maka kami balas 100 situs kalian hacked".

Sementara itu, di sebelah kanan gambar tengkorak dengan dua pedang, terdapat gambar setan bertanduk yang sedang mengaduk cairan merah dengan latar gambar bendera Tanah Air. Para hacker tersebut juga menuliskan kata-kata makian dalam Bahasa Inggris. Para hacker mengklaim mereka berasal dari www.tukangnggame.net dan www.defacer.biz.(ASW/AYB)

sumber : liputan6.com
catatan : lagi - lagi situs malaysia selalu kena hack, sepertinya para webmaster dari malaysia tidak belajar dari pengalaman, padahal sudah ratusan web dari malaysia sering dihack oleh para hacker dari indonesia, tapi rupanya mereka masih sangat lemah dalam bidang keamanan web terutama para webmaster malaysia. sebenarnya web kena hack itu bisa dijadikan pengalaman yang berharga, karena dengan begitu para webmaster dari malaysia bisa mengontrol sejauh mana security dan kemampuan mereka dalam melindungi websitenya. tapi ini sayang, mereka masih sangat lemah dan kurang mampu dalam soal itu. "hayo para webmaster malaysia anda harus banyak belajar lagi , jangan sampai situs - situs anda kena hack terus..."

"130 MARINIR INDONESIA KE AMBALAT"

130 Marinir ke Ambalat

SURABAYA - Sejumlah personel Pasukan Marinir I (Pasmar I) Surabaya, tiba di Dermaga D, Koarmatim TNI AL, Sabtu (2/1). Menggunakan KRI Teluk Lampung-540, sekitar 130 personel Korps Marinir Pasmar I yang tergabung dalam Satuan Tugas Ambalat X, berangkat penugasan selama enam bulan ke perbatasan Ambalat Kalimantan Timur, untuk pengamanan dan pemantauan di wilayah perbatasan Indonesia - Malaysia itu.

"Satgas Ambalat X akan menempati lima pos yakni Pos Sei Bajau, Pos Sei Taiwan, Pos Balansiku, Pos Sembaring, dan Pos Bambangan," katanya. Kelima pos itu berada di Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Timur yang berbatasan langsung dengan Malaysia. FOTO ANTARA/Bhakti Pundhowo/Koz/pd/10.



n anggaran Departemen Perhubungan sebesar Rp 16 triliun. Anggaran tersebut diprioritaskan untuk pembangunan infrastruktur yang berkualitas untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Anggaran Departemen Kesehatan Rp 20,8 triliun pada 2010 ditujukan untuk peningkatan kualitas dan perluasan pemerataan pelayanan kesehatan masyarakat.

"UMNO MINTA MAAF"

UMNO Minta Rakyat dan Media Massa Hentikan Panggilan "Indon"
Sumber: Antara 9 Januari 2008


Kuala Lumpur (ANTARA News) - Rakyat dan media massa di Malaysia diminta tidak lagi menggunakan istilah 'Indon' terkait dengan warga negara Indonesia, karena hal itu dinilai sebagai menjatuhkan harga diri rakyat Indonesia.

Wakil Ketua Pergerakan Pemuda UMNO, Khairy Jamaluddin, mengatakan kepada Utusan Malaysia, di Selangor, Rabu, bahwa istilah itu tidak disenangi oleh rakyat Indonesia dan dinilai sebagai satu penghinaan dan merendahkan harga diri mereka.




"Saya menerima pandangan dari wakil-wakil pemuda, termasuk di kalangan rakyat negara itu yang meminta supaya rakyat Malaysia menghentikan panggilan Indon karena hal itu memberikan satu tafsiran buruk rakyat Indonesia kepada rakyat Malaysia," kata Khairy.

"Malah, keadaan itu bertambah buruk dengan isu-isu lain seperti tuntutan Pulau Ambalat, tenaga kerja Indonesia (TKI) dan isu lagu 'Rasa Sayange' yang jelas disuarakan menerusi laman blog dan juga media massa di Indonesia," ujar dia.

Ia mengatakan hal itu dalam jumpa pers setelah menyampaikan presentasinya dalam acara Dialog Malindo 2008: Pemuda Malaysia-Indonesia di Shah Alam, Selangor.

Sehubungan itu, Khairy yang juga menantu PM Abdullah Badawi itu meminta rakyat dan media massa di Malaysia untuk tidak lagi menggunakan istilah tersebut supaya hubungan baik antara kedua negara dapat terus baik walaupun mereka sebenarnya tidak bermaksud menjelekkan.

Hadir dalam dialog itu hadir Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Hamka M Noor dan Presiden Majlis Belia(Pemuda) Malaysia (MBM), Shamsul Anuar Nasarah.

Sementara itu, Hamka mengatakan di Indonesia, istilah 'Indon' tidak pernah digunakan oleh rakyat Indonesia sendiri.

"Walaupun Indon hanya istilah, rakyat Indonesia menganggapnya sebagai martabat, harga diri dan identitas sebagai satu bangsa yang berdaulat. Oleh karena itu, kami minta rakyat Malaysia memahami dan menghormati perasaan rakyat Indonesia sebagai rekan yang berkongsi budaya, agama serta sejarah sama," ujar Hamka. (*)

"INDONESIA BUAT RUDAL"

2012 PT. PINDAD Produksi Rudal Dalam Negeri






















Persiapan Peluncuran Roket RX420 Produk LAPAN


Teknologi roket buatan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) mengalami kemajuan pesat.Setelah sebelumnya meluncurkan RX320 pada 2008,kini berhasil meluncurkan RX420.

SUKSES mengembangkan RX420, bukan lantas Lapan berpuas diri. Akhir tahun ini, Lapan kembali mendesain RX520. Roket yang lebih besar dan memiliki daya jangkau lebih jauh dibanding RX420.

Deputi Bidang Teknologi Dirgantara Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Soewarto Hardhienata mengatakan, RX520 siap terbang akhir 2010. RX520 ini memiliki spesifikasi yang lebih hebat ketimbang RX420.Sesuai desain awal,RX520 memiliki kecepatan maksimal 1,7 km/detik. RX520 ini memiliki panjang hingga 8,8 meter dengan bahan bakar propelan padat seperti jenis roket lain.

“Daya jangkau roket RX520 mencapai 200 km.Ini lebih jauh dua kali lipat dibanding RX420,” ujar Soewarto kepada Seputar Indonesia. Hanya saja, teknologi roket yang dikembangkan Lapan tidak untuk kebutuhan alat utama sistem persenjataan (alutsista). Roket buatan Lapan hanya untuk keperluan sipil yang akan digunakan sebagai penunjang dalam mengorbitkan satelit.

Untuk diketahui, Kamis (2/7), Lapan berhasil meluncurkan RX420,roket terbesar yang dibuat lembaga antariksa Indonesia. Roket RX-420 adalah roket dengan diameter 420 mm,panjang 6 m dan berbobot 1 ton.Roket ini menggunakan bahan bakar solid-komposit yang ketika diluncurkan ke angkasa memiliki jangkauan 100 km dengan kecepatan hingga 4,5 mack atau 4,5 kali kecepatan suara.

Saat peluncuran,roket eksperimen RX420 berdiri dengan sudut elevansi 70 derajat di lapangan desa Cilautereun Kecamatan Pameungpeuk Kabupaten Garut.Tak beberapalama,suararoketmenderu, diiringi kepulan asap putih membumbung. Hanya dalam hitungan detik,roket melesat ke angkasa. Lapan sendiri konsentrasi dalam pembuatan roket untuk keperluan sipil. Nantinya roket-roket buatan Lapan tersebut akan digunakan sebagai penunjang dalam mengorbitkan satelit milik Indonesia.

“Kapasitas roket buatan Lapan memang untuk keperluan sipil. Jadi kami fokus dalam membuat roket untuk mengorbitkan satelit,”tandasnya. Meski demikian, teknologi roket yang dibuat Lapan ini sudah bisa dikembangkan untuk membuat senjata pelindung alutsista. Jika Departemen Pertahanan (Dephan) mau mengadopsi teknologi yang dimiliki Lapan sebagai roket berhulu ledak, bukan tidak mungkin Indonesia akan menjadi satu kekuatan yang ditakuti oleh bangsa-bangsa lain.

Soewarto sendiri secara terbuka menerima jika Dephan ingin bekerja sama mengembangkan dalam pembuatan rudal balistik dengan jangkauan yang lebih jauh.Untuk saat ini,sesuai dengan tugasnya, Lapan hanya membuat roket untuk keperluan sipil.Teknologi roket yang dikembangkan Lapan, pada dasarnya merupakan dual use, di mana bisa dipakai untuk keperluan sipil maupun militer.

Namun, Lapan sendiri hanya mengembangkan roket untuk keperluan sipil karena sesuai dengan kewenangannya. Sementara itu, jika untuk keperluan militer diserahkan kepada Dephan. “Kami memang pernah bekerja sama membuat roket kaliber 122 untuk TNI AL, tapi kewenangan dari Lapan sejatinya bukan itu. Kami hanya mengembangkan roket pendorong untuk satelit.Untuk keperluan militer, biar Dephan yang bicara,”paparnya.

Jika saja Lapan dan Dephan bersinergi membuat rudal balistik memakai RX520, bukan tidak mustahil rudal tersebut mampu menjadi senjata yang takuti. Dengan daya jelajah mencapai 200 km,senjata balistik ini akan mampu melindungi pulau-pulau di Indonesia.Bahkan jika peluncuran di lakukan di Batam, bukan tidak mustahil bisa menembus hingga Malaysia dan Singapura. Ketua Pokja Pertahanan Komisi I DPR Tubagus Hasanuddin mengatakan Indonesia memang sudah saatnya memiliki rudal berhulu ledak buatan sendiri.

Teknologi yang dimiliki Lapan, sudah bisa dipakai untuk membuat rudal balistik jarak menengah.“Indonesia harus mandiri. Dephan harus bekerja sama dengan Lapan membuat rudal berhulu ledak,”tuturnya. Tubagus mengatakan, keberhasilan Lapan menguji coba roketroketnya membuat Indonesia semakin ditakuti. Roket buatan Lapan tinggal dibekali hulu ledak di ujungnya dan menciptakan direksi untuk mengarahkan koordinat sasaran.

“Sebagai negara kepulauan,tentu dibutuhkan rudal yang mampu melindungi pulau - pulau tersebut dari serangan musuh,” lanjutnya. Roket buatan Lapan merupakan teknologi hasil ciptaan ilmuwan Indonesia. Lapan bahkan menciptakan bahan bakar racikan ilmuwan Indonesia yang tak kalah dibanding buatan ilmuwan luar negeri. Bahan bakar racikan ilmuwan Lapan tersebut bahkan telah diuji coba di rudal exocet TNI yang tak terpakai. Hasilnya, kecepatan rudal menjadi 2 kali lipat dibanding kecepatan dengan menggunakan bahan bakar rudal asal Prancis.

Amunisi Kaliber Besar

Sementara itu,PT Pindad sudah menguasai teknologi untuk amunisi kaliber kecil.Tahuntahun mendatang, PT Pindad akan mengembangkan amunisi kaliber besar. Menurut juru bicara PT Pindad Timbul Sitompul, amunisi kaliber 20 mm dan kaliber 120 mm telah dilakukan pengembangannya pada tahun 2009 ini.Kemudian pada 2010, PT Pindad merencanakan akan memproduksi amunisi kaliber 105 mm.

Selanjutnya pada 2011, akan dikembangkan warhead dan rudal dengan mode proximity fuse. Proximity fuse menyebabkan kepala rudal akan meledak pada jarak yang telah ditentukan dari target. Teknologi proximity fuse ini menggunakan kombinasi dari satu atau beberapa sensor di antaranya radar, sonar aktif, infra merah, magnet, foto elektrik.Tidak hanya itu,PT Pindad juga merencanakan akan memproduksi rudal darat pada tahun 2012 mendatang.(Sumber : Sindo)

NB : Ini baru buat SIPIL Coba da yang buat masalah seperti malon moron sering salah jalur di ambalat tinggal modif sedikit hancur mah seluruh malon malon moron semenanjung

2 komentar

Malaysia Perkenalkan "Sup Babi" Versi Halal


Promosi itu langsung mendapat kritik tajam dari kalangan ulama Malaysia
VIVAnews - Pemerintah Malaysia tengah mendukung kampanye mempopulerkan sebuah sup, yang diklaim sebagai salah satu ciri khas Negeri Jiran itu. Namun, kalangan ulama Islam menuntut pemerintah agar sup itu tidak memakai nama "Bak Kut Teh," karena berkonotasi mengandung daging babi.

Dalam suatu pameran kuliner yang mempromosikan makanan tradisional akhir pekan lalu, Kementrian Pariwisata Malaysia memperkenalkan hidangan baru: Bak Kut Teh versi halal. Maksudnya, tulang dan daging yang menjadi bahan utama sup itu bukan berasal dari babi, melainkan ayam, ikan, dan sayur.

Namun, maksud baik pemerintah itu mendapat kritik dari kalangan ulama Malaysia. Mereka keberatan bila hidangan itu tetap dinamai "Bak Kut Teh" walaupun memakai tambahan kata "halal."

Pasalnya, di kalangan masyarakat etnis China, Bak Kut Teh identik dengan sup daging dan tulang iga babi. Jadi, walaupun daging babi diganti dengan daging ayam atau ikan, hidangan halal itu bisa menimbulkan keraguan bagi umat Muslim.

"Ini akan menimbulkan kesalahpahaman di kalangan masyarakat," kata Ma'mor Osman, sekretaris jenderal Asosiasi Konsumen Muslim Malaysia. "Bahkan [hidangan baru] itu bisa mengakibatkan umat Muslim merasa tidak apa-apa makan daging babi," lanjut Osman kepada kantor berita Associated Press.

Itulah sebabnya, Asosasi berencana mengajukan protes kepada Kementrian Pariwisata agar sup halal dicarikan nama lain. Bahkan, Departemen Pembangunan Islam - lembaga pemerintah yang mengurusi kebijakan-kebijakan Islam di Malaysia - tidak akan menerbitkan sertifikat halal bila Kementrian tetap menamakan sup itu "Bak Kut Teh."

Menurut deputi direktur Departemen Pembangunan Islam, Lokman Abdul Rahman, pihaknya khawatir bahwa umat Muslim akan mengambil pandangan yang salah sup itu tetap dinamai demikian.

Sebenarnya, makanan itu tidak saja populer di Malaysia, namun juga di China, Taiwan, Singapura dan Indonesia. Hidangan yang cocok menjadi lauk untuk nasi dan mi itu konon diperkenalkan di Malaysia (Malaya) pada abad ke-19 oleh para pekerja asal China, baik dari Canton (Hong Kong), Chaoshan, dan Fujian. (AP)

sumber : vivanews.com

"MALAYSIA: NEGERI PARA PENYIKSA DAN PEMBUNUH"

menyiksa4

TAK TERBANTAHKAN LAGI, KERAJAAN MALAYSIA PUNYA PROGRAM UNTUK MENYIKSA MEMBUNUH ORANG-ORANG INDONESIA. MEREKA HANYA BISA MENCAPAI KEJAYAAN BILA BERHASIL MEMBUNUH ORANG- ORANG INDONESIA.

KERAJAAN MALAYSIA MEMBUNUH ORANG-ORANG INDONESIA,
BAIK YANG ADA DI MALAYSIA MAUPUN DI INDONESIA.

Malaysia Terror Agent

PEMERINTAH KERAJAAN MALAYSIA MENGIRIM AGENT DR AZAHARI (UDAH MAMPUS) DAN NOORDIN M TOP UNTUK MELAKUKAN TEROR DAN PEMBUNUHAN KEJI DI INDONESIA.

BANGKAI AZAHARI TERNYATA DISAMBUT BAGAIKAN SYUHADA (PAHLAWAN) DI NEGARA PENJAHAT ITU.

MENYUSUL BANGKAI NORDIN NGGAK TOP DILIRIM DAN DISAMBUT SEBAGAI SYUHADA
SAATNYA ASIA MELAWAN. BERSATULAH INDONESIA, THAILAND, PHILIPINE, VIETNAM, INDIA, CHINA, MEMBERI PELAJARAN PADA SANG BARBAR JAHANAM INI…!!